Senin, 25 Maret 2013

Tradisi Yang Mengerikan Di Dunia

Tradisi-Tradisi Yang Mengerikan Di Dunia

Tradisi lahir dari suku, agama, dan ras mendiami suatu bangsa. Banyak kebiasaan atau ritual masih bisa diterima akal sehat, tapi tidak untuk tradisi ini. Dilansir dari situs listverse.com, ini dia 10 tradisi paling mengerikan sedunia, salah satunya ada di Papua, Indonesia. Para pelaku budaya ini percaya mereka akan mendapatkan hal ingin dicapai.
Seperti apa 10 tradisi mengerikan itu? Berikut ulasannya Gan.

1. Foot Binding / Ikat kaki (China)
Ikat kaki menjadi tradisi dikhususkan untuk perempuan China saat Dinasti Ming berkuasa pada 618-907. Awalnya ada anggapan, semakin kecil kaki, semakin cantik kaum hawa dipandang. Semiliar perempuan rela mengalami penyiksaan agar mendapatkan bentuk kaki sempurna zaman itu. Panjang kaki mereka yang melakukan ini hanya 15 sentimeter saja.
Saat terjadi revolusi Sun Yat Sen pada 1911 praktek ini dilarang sebab dinilai kejam.

2. Self mummification / Mumi dilakukan sendiri (Jepang)
Pemuka agama Buddha di Jepang Utara pernah mempraktekkan tradisi mengerikan ini. 
Pemuka agama Budha ini dianggap telah melakukan kesalahan yang menyebabkan kematian terhadap para pengikutnya.
Mereka mengkonsumsi racun alami yang mematikan namun tidak membuat tubuhnya hancur.
Biarawan Buddha ingin meninggal dengan berturut-turut mengkonsumsi makanan khusus selama tiga tahun. Lalu mereka meminum getah pohon Urushi. Getah ini menyebabkan muntah dan membuat cairan tubuh cepat hilang. Kerusakan organ dalam tubuh juga terjadi dengan cepat.

3. Eunuchs / Kasim (Timur Tengah)
Ini salah satu tradisi mengerikan diperuntukkan bagi lelaki di Timur Tengah. 
Kasim merujuk pada kebiasaan membuang kemaluan kaum Adam sebab tidak lagi subur atau alasan lainnya, laki-laki yang dibuang /membuang kemaluannya tersebut disebut sebagai Kasim.
Peradaban Sumeria lah yang pertama kali mempraktekkan ini.
Banyak Kasim dipekerjakan di tempat-tempat strategis seperti menjadi komandan militer, pejabat pemerintahan, hingga petugas keagamaan. Mereka dinilai tidak akan tergoda merebut kekuasaan dan membangunnya sebab tidak bisa mempunyai keturunan.

4. Sati (India)
Sati atau bakar diri hidup-hidup dilakukan oleh perempuan yang ditinggal mati suaminya. Hal ini dilakukan sebagai lambang kesetiaan pada pemilik hati sang hawa. 
Sati sering dilakukan oleh mereka yang berkasta tinggi. Hanya perempuan pilihan yang dapat melakukannya. Mereka dianggap pahlawan sesuai ajaran Hindu.
Sati juga pilihan terbaik saat seorang istri ditinggal mati suami. Status janda disandangnya kerap menyiksa mereka lebih parah bahkan bisa dikucilkan.

5. Tibetan Sky Burial / Menumbuk mayat (Tibet)
Ini salah satu tradisi paling mengerikan di dunia. Bangsa Tibet selalu menumbuk mayat keluarga atau kerabatnya sebab letak geografis tanah tidak bisa menguburkan mayat secara normal. Hampir seluruh tanah diliputi batu dan air, karena Tibet berada di dataran tinggi atau pegunungan berbatu.
Setelah mayat ditumbuk hingga halus, daging itu diberikan pada burung pemakan bangkai yang banyak hidup di Tibet. Cara seperti ini diyakini oleh masyarakat Tibet bahwa ruh akan kekal bersama burung itu.

6. Harakiri (Jepang)
Tradisi masyarakat Jepang paling mengerikan yakni bunuh diri dengan menusuk perut. Awalnya ini dilakukan oleh tentara samurai Negeri Matahari Terbit itu sebagai lambang kesetiaan. Ini sangat menyiksa sebab pelaku harakiri harus menunggu kehabisan darah setelah merobek dan mengeluarkan isi perutnya.
Sebelum melakukan Harakiri, prajurit memilih sendiri teman untuk menyaksikan upacara ini. Mereka juga memakai baju kebesaran dan makan makanan enak. Setelah semuanya kelar, barulah dimulai prosesnya. Bila pelaku Harakiri menjerit kesakitan, maka temannya itu harus memenggal kepalanya agar mempercepat kematian.

7. Qamezani (Iran)
Tradisi ini dilakukan penganut Syiah di Iran untuk memperingati Hari Syura, hari yang diyakini oleh penganut Syiah sebagai kemenangan Husein putra Ali bin Abi Thalib, salah satu khalifah paling berpengaruh bagi Syiah. Dia mempertahankan Islam di Negeri Mullah itu dalam perang Karbala.
Pecinta Husein di hari Syura turun ke jalan dan menyakiti diri mereka hingga berdarah. Baik lelaki maupun perempuan ingin merasakan perjuangan Hussein tersebut. Tradisi ini sendiri sangat ditentang oleh kebanyakan umat Muslim di dunia, karena tidak berdasarkan ajaran & tentunya sangat bertentangan.

8. Cut Finger / Potong Jari (Indonesia)
Tradisi potong jari dilakukan Suku Dani asal Papua, Indonesia, bila ada kerabat dekat meninggal. Memotong jari simbol sakit dan pedih ditinggalkan orang terkasih.
Jari dilambangkan kerukunan, persatuan, dan kekuatan dalam diri manusia. Jari saling bekerja sama melakukan apapun. Kehilangan satu ruas, maka hilanglah komponen kebersamaan dan berkurangnya kekuatan.

9. Dueling / Duel maut (bangsa Barat)

Duel atau bertempur satu lawan satu dimulai sejak abad ke-15 oleh bangsa barat. Mereka berselisih hingga salah satu tewas. Mereka membuat peraturan sendiri dan memilih sendiri senjata yang hendak digunakan untuk duel satu lawan satu tersebut, umumnya saat itu senjata yang digunakan adalah sebilah pedang.
Duel terjadi jika ada pihak yang menantang pihak lain. 
Penyebabnya bermacam-macam, paling banyak adalah karena telah dihina oleh orang lain atau lawan.


10. Human Sacrifice / Manusia persembahan
 (Amerika Selatan &
 Afrika)
Bangsa di dua belahan bumi ini paling banyak melakukan praktek persembahan manusia untuk alasan yang tidak masuk akal, seperti ucapan terima kasih pada roh dan dewa. Di belahan bumi Amerika selatan, suku Aztec yang sering melakukan ritual /tradisi ini. 
Manusia persembahan dipilih lalu dibunuh dengan cara berbeda-beda, yakni dipenggal, dibakar hidup-hidup, dikubur hidup-hidup. Manusia yang menjadi persembahan tersebut biasanya adalah anak kecil atau gadis masih perawan.

0 Komentar:

Poskan Komentar

[Reply to comment]