Minggu, 30 November 2014

Kopi Dapat Lindungi dari Kanker Kulit

Minum Empat Cangkir Kopi Dapat Lindungi dari Kanker Kulit
 
Minum empat cangkir kopi sehari dapat melindungi dari melanoma ganas, satu jenis kanker kulit mematikan, demikian penelitian baru menyebutkan.
Orang yang menjadi obyek penelitian dan minum empat atau lebih cangkir kopi setiap hari, 20 persen lebih kecil kemungkinannya terkena melanoma ganas dibandingkan bukan peminum kopi, kata para peneliti.
Hasil penelitian  dan beberapa dari studi baru lainnya, memberikan jaminan kepada konsumen kopi bahwa minum kopi bukanlah sesuatu yang berisiko.
 
Namun hasil riset tidak merekomendasikan bahwa peminum kopi harus mengubah asupan kopinya.
Loftfield dan timnya menggunakan data dari studi jangka lama yang dilakukan National Institutes of Health bersama American Association of Retired Persons, dengan mengamati 447.357 pensiunan selama lebih dari 10 tahun.
Pada akhirnya, dalam kelompok ini, ada 2.904 kasus melanoma ganas (kanker yang menyebar di luar lapisan atas kulit), dan 1.874 kasus tahap awal melanoma, yang masih hanya pada lapisan atas kulit.
Responden menyebutkan tingkat konsumsi kopi mereka, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi risiko kanker, seperti olahraga, asupan alkohol dan indeks massa tubuh.
 
Untuk memperkirakan paparan sinar Ultra Violet, para peneliti menggunakan data NASA untuk memperhatikan jumlah sinar matahari di kota masing-masing responden.
Setelah peneliti mengontrol faktor-faktor lain, minum kopi ternyata menjadi semacam anugerah: ada 55,9 kasus melanoma tahunan per 100.000 orang di antara mereka yang minum setidaknya empat cangkir sehari, dibandingkan 77,64 kasus per tahun per 100.000 orang di antara orang-orang yang tidak minum kopi.
Penelitian hanya mengamati konsumsi kopi berkafein, bukan tanpa kafein. Ada kemungkinan kafein itu sendiri bisa menjadi faktor protektif. Tapi juga bisa bersama beberapa senyawa lain yang ada dalam kopi berkafein yang melindungi terhadap melanoma ganas, dibanding tanpa kafein, kata para peneliti.
 
Apa itu Melanoma
Melanoma adalah salah satu bentuk kanker yang paling berbahaya, hal ini karena Kurangnya pengetahauan masyarakat akan bahayanya sinar matahari membuat kondisi ini semakin umum di temukan. Sumber lain menjelaskan bahwa Melanoma adalah kanker yang terjadi pada melanosit, sel pigmen yang ada di kulit yang menghasilkan melanin. Kenker ini merupakan jenis kanker kulit yang dapat dapat menyebabkan kematian. Melanoma dapat muncul pada kulit yang normal dan berawal dari tahi lalat atau daerah lain pada kulit yang mengalami perubahan wujud. Kemudian memang ditemukan bahwa melanoma ini sangat berkaitan dengan tahi lalat yang ada di tubuh manusia, dan hampir setiap orang memiliki tahi lalat berwarna, Dokter menyebut tahi lalat warna ini adalah Nevi Melanositik. sedangkan artinya Melanositik adalah tumor kulit yang paling umum, setiap orang dewasa muda berkulit putih mempunyai 20 sampai nefi melanositik yang tidak berbahaya. Sedangkan Nevus adalah istilah umum yang biasanya digunakan untuk artinya tanda lahir atau bercak berwarna yang bersifat jangka panjang. sehingga besar nevus melanostik muncul segera setelah lahir dan menjadi lebih banyak dengan bertambahnya usia sampai penderita mencapai akhir dua puluhan. Setelah usia ini, kemuculuan tanda lahir lebih jarang dan banyak tanda yang sudah ada, menjadi hilang. sedangkan Tahi lalat berwarna yang suda ada begitu lahir atau muncul selama tahun pertama kehidupan, disebut nevus melanostitik kongenital. Nevus ini relatif jarang dan masih belum jelas apakah nevus ini mempunyai resiko lebih tinggi untuk menjadi melanoma. Banyak spesialis beranggapan bahwa tahi lalat ini harus diangkat sebagai tindak berjaga-jaga. Nevus melanositik detia menutupi daerah yang luar, seperti sbagian besar daerah batang tubuh perenang, serta berisiko cukup besar untuk menjadi melanoma di kemudian hari.
 
 
 
Studi ini dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute.*

0 Komentar:

Posting Komentar

[Reply to comment]