Kamis, 31 Mei 2012

Majapahit, Super Power Dari Asia

MAJAPAHIT  
Negara Super Power Dari Asia


Burung Garuda sudah menjadi simbol negara pada masa pemerintahan Majapahit dan Dwi Warna Merah Putih juga merupakan bendera Kerajaan Majapahit.
Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia diambil dari warna bendera Majapahit, bahkan di salah satu kapal perang Indonesia ada yang mengenakan bendera simbol Majapahit. Majapahit adalah kerajaan yang pernah menguasai semua wilayah Asia Tenggara.


Bendera Nasional Majapahit bernama Gendero Gulo Klopo, sang Saka Merah Putih dan bergelar Nuswantoro atau Nusantara yang berarti negara kesatuan yang besar dan terdiri dari kepulauan sepanjang Asia Tenggara. Itulah mengapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura menyebut dirinya sebagai Nusantara.



Majapahit adalah kerajaan terbesar dengan ibukota yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Didirikan oleh Raden Wijaya dan berdiri lebih dari 200 tahun sejak 1293 – 1500. Raden Wijaya adalah seorang pendekar dan sekaligus seorang bangsawan dari dinasti Rajasa, yaitu keturunan raja-raja Singhasari, yang didirikan oleh seorang pendekar keturunan rakyat jelata yang dikenal sebagai Ken Arok. Ken Arok lahir tanpa seorang ayah dari rahim seorang ibu bernama Ken Endhog, yang akhirnya Ken Arok mengaku sebagai titisan  Dewa Bathara Wisnu.
Majapahit mencapai puncak kejayaan selama pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya, Gajahmada.  Gajahmada terkenal dengan sumpah Amukti Palapa yang bertujuan untuk mempersatukan kepulauan di seluruh Asia Tenggara menjadi satu negara kesatuan.  Selama tahun 1330 – 1389 ditandai dengan penaklukan negara-negara jajahan di seluruh Asia Tenggara, mulai Indonesia, Brunei, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Timor-Timur dan Papua Neugini. Prestasi ini berkat kehebatan Maha Patih Gajahmada.
Kerajaan Majapahit waktu itu bahkan lebih luas wilayahnya dari pada Indonesia Sendiri sekarang ini. Majapahit berasal dari kata Maja yaitu pohon Maja yang rasanya sangat Pahit.


Tanggal kelahiran Majapahit, tanggal 15 bulan Kartika 1215 tahun Saka [Jawa], atau tanggal 10 November 1293.


Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364), Kerajaan Majapahit mengalami masa keemasannya.


Lahirnya kerajaan Majapahit
Dimulai ketika runtuhnya kerajaan Singhasari, yang telah menaklukan kerajaan Sriwijaya di Sumatera pada 1290 dan menjadikan Singhasari menjadi kerajaan terkuat.
Seorang kaisar besar dari daratan China bernama Kubilai Khan, raja Mongol dari dinasti Yuan  yang menantang Singhasari dengan mengirim utusan untuk menuntut upeti dari Singhasari yang dianggap sebagai negara bawahan.
Prabu Kertanegara yang merupakn penguasa terakhir Singhasari menolak untuk membayar upeti, dan mengirim utusan itu sebagai penghinaan terhadap dirinya. Kemudian Kertanegara membalas tantangan Kubilai Khan dengan memotong kedua telinga utusan itu dan menantang balik Kubilai Khan untuk datang ke Singhasari untuk menyerahkan diri atas ganti upeti yang akan dibayar. Sebagai balasan dan penolakan tantangan Kertanegara, pada tahun 1293 Kubilai Khan mengirim puluhan ribu pasukan dalam skala besar dengan dengan ribuan arma kapal perang ke Pulau Jawa untuk menyerang Singhasari dan seluruh bawahannya.
Pada saat itu prabu Jayakatwang sebagai raja Kediri yang merupakan negara bawahan Singhosari, merebut kekuasaan dengan membunuh Kertanegara raja Singhasari sebagai upaya untuk mengembalikan kekuasaan kediri yang telah lama digulingkan oleh Ken Arok dengan membunuh raja Kediri Kertajaya ketika Ken Arok memimpin Tumapel, yang juga direbutnya dari adipati Tumapel yang bernama Tunggul Ametung yang dibunuh Ken Arok dengan menggunakan keris buatan Empu Gandring dan menikahi permaisuri Tunggul Ametung bernama Ken Dedes,putri seorang Brahmana, sebagai cara untuk melakukan pemerintahan di kadipaten Tumapel dan akhirnya memproklamasikan menjadi kerajaan Singhasari atau Singosari setelah menaklukan Kediri.
Akhirnya, setelah Kertanegara terbunuh oleh Jayakatwang, Singhasari berada pada kekuasaan Jayakatwang. Tetapi putra Kertanegara yang bernama Arya Wiraraja alias Raden Wijaya diampuni oleh Prabu Jayakatwang, dengan bantuan perlindungan Bupati Madura, dan diberi tanah oleh Jayakatwang di hutan Tarik, Mojokerto. Dia Raden Wijaya akhirnya membuka lahan di hutan yang lebat dengan sisa pengikutnya yang setia membangun desa baru di tangah hutan belantara itu. Desa itu dinamai Majapahit !, karena di hutan itu terdapat banyak sekali pohon Maja yang buahnya memiliki rasa yang sangat pahit.
Ahirnya pasukan Tartar yang dikirim Kubilai Khan tiba dari Mongolia di pantai utara pulau Jawa untuk menyerang Singhasari. Pada saat itu Raden Wijaya menggunakan kesempatan itu untuk membujuk pasukan Tartar untuk bersekutu dengannya, dan ini bertujuan untuk merebut kembali kekuasaan atau tahta ayahnya yang direbut oleh Jayakatwang dan taktik ini berhasil, tetapi pasukan Tartar tidak mengetahui niat dari Raden Wijaya itu.
Kemudian dilakukan serangan besar-besaran oleh Raden Wijaya yang sudah bersekutu dengan pasukan Tartar yang terdiri dari puluhan ribu tentara untuk menghancurkan Jayakatwang dan akhirnya Jayakatwang berhasil dilumpuhkan. Setelah Jayakatwang runtuh, pasukan Tartar berniat untuk menduduki dan menguasai Singhasari beserta negara bawahannya.
Namun, Raden Wijaya menolak dan mengusir pasukan Tartar dari tanah Jawa. Mereka, pasukan Tartar akhirnya menyerang Raden Wijaya, kemudian terjadilah pertempuran besar yang ke 2 antara pasukan Tartar melawan Pasukan Raden Wijaya yang berisi pendekar tanah Jawa dan Madura. Tentara Yuan terdesak dan hancur dalam pertempuran melawan pasukan Raden Wijaya dan tersisa hanya ratusan orang, tetapi Raden Wijaya mengampuni pasukan Tartar dan membiarkan mereka pulang ke Mongolia negara asalnya dengan damai. Ini menjadi cermin banyak Studi sebagai rasa kemanusiaan bangsa Indonesia yang tertinggi terhadap agresor yang biasanya dihukum mati.
Pada tahun 1293, Raden Wijaya diangkat menjadi Raja Majapahit dan juga menjadi raja pertama Majapahit dan mendirikan benteng di desa Majapahit yang telah berubah menjadi kerajaan Majapahit. Tanggal paling tepat untuk menandakan kelahiran Majapahit adalah hari penobatan, tanggal 15 bulan kartika 1215 tahun saka [Jawa] atau 10 November 1293. Dalam penobatannya Raden Wijaya mendapat gelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana.
Ketika kerajaan Majapahit baru didirikan, timbul masalah baru. Beberapa punggawa kerajaan yang merupakan bawahan Prabu Kertarajasa, yaitu Ranggalawe, Nambi dan Sora memberontak. Pemberontakan itu diduga dipicu oleh Mahapatih Majapahit yaitu Halayuda sebagai perdana Menteri Majapahit yang telah mengatur persekongkolan melawan raja agar dirinya mendapat posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir bernama Kuti, Mahapatih Halayuda ditangkap dan dipenjarakan selama kudeta dan akhirnya dieksekusi. Raden Wijaya sendiri akhirnya meninggal pada 1309.
Kemudian digantikan oleh putranya yaitu Prabu Jayanegara sebagai raja Majapahit. Selama pemerintahan Jayanegara, Pastor Italia Pordenonio Odoric berkunjung ke kerajaan Majapahit di Jawa. Prabu Jayanegara merupakan putra dan penerus dari Raden Wijaya yang terkenal sebagai penguasa yang jahat dan tidak bermoral. Ia dipanggil Kala Gemet, yang berarti penguasa yang menindas kaum yang lemah. Akhirnya pada 1328 Prabu Jayanegara yang lalim itu akhirnya dibunuh oleh dukunnya sendiri, yaitu seorang ahli pengobatan yang bernama Tanca.
Karena Raja Jayawijaya tidak memiliki anak, maka ibu tirinya yang bernama Gayatri Rajapatni menggantikannya, tetapi Rajapatni memilih untuk pergi dan meninggalkan istana mengasingkan diri sebagai wanita Budha. Akhirnya Rajapatni menunjut anak perempuannya yang bernama Tribhuwana Wijayatunggadewi dan bergelar Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani sebagai ratu Majapahit di bawah bimbingan ibunya, Rajapatni.

Tribhuwana kemudian menunjuk Gajahmada sebagai perdana menteri pada tahun 1336. Pada waktu pelantikan Mahapatih Gajahmada menyatakan sumpahnya yang terkenal dengan sumpah Amukti Palapa, yang isinya akan berjanji menjalankan misi dan visi untuk menyatukan seluruh kepulauan di Asia Tenggara sebagai satu negara kesatuan utuh dan berbasis Majapahit yang disebut Nuswantara. Sejak pemerintahan Tribhuwana, Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan dikenal di kawasan Asia. Tribhuwana memerintah Majapahit sampai kematiannya pada tahun 1350 dan kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Hayam Wuruk.
Hayam Wuruk bergelar Prabu Rajasanagara yang telah memerintah Majapahit pada tahun 1350-1389. Selama periode ini Majapahit mengalami masa puncak kejayaan dengan bantuan lanjutan dari perdana menterinya Mahapatih Gajahmada yang sangat patuh kepada raja. dibwah komando Gajahmada pada tahun 1313-1364, Majapahit telah menaklukan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan menjadi satu kekuatan regional yang luar biasa.
Menurut buku Nagarakertagama [Canto], XIII dan XIV disebutkan beberapa negara bagian di Sumatera, Semenanjung Melayu, Thailand Selatan, Singapura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua Nugini, dan kepulauan Filipina adalah expansi maksimum dari kerajaan Majapahit dalam sejarah. Majapahit juga memiliki hubungan diplomatik dan bilateral dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma, Vietnam dan juga menempatkan beberapa duta besarnya diberbagai kerajaan di China.
Selanjutnya untuk melakukan expedisi angkatan laut, dan semua kekuatan militer untuk memperkuat kekuasaannya, Majapahit juga terlibat diplomasi dan aliansi. Mungki karena alasan politik Raja Hayam Wuruk memutuskan untuk menikahi Putri Citra Rashmi [Pitaloka] dari kerajaan Pajajaran sebagai istrinya. Pajajaran menilai proposal ini sebagai aliansi [partner].
Kemudian pada tahun 1357, raja dan seluruh keluarga besar kerajaan Sunda itu  datang ke Majapahit untuk menemani pernikahan putrinya dengan Hayam Wuruk. Namun Gajahmada menggunakan kesempatan ini untuk memaksa penguasa Pajajaran menyerahkan kekuasaannya pada Majapahit .
Pihak Pajajaran menolak, akhirnya pertempuran sengit terjadi antara pasukan pengawal kerajaan Pajajaran melawan pasukan Majapahit di alun-alun Bubat. Dengan perlawanan yang maksimal, akhirnya pasukan pengawal Pajajran terdesak dan hancur. Hampir seluruh rombongan keluarga Pajajaran tewas dalam pertempuran itu.



Dalam sejarah sang Putri Dyah Pitaloka melakukan bunuh diri untuk mempertahankan kehormatan negaranya. Peristiwa ini terkenal dengan tragedi Bubat yang menjadi tema utama dalam kidung Sunda dan juga disebutkan dalam buku Pararaton, tetapi tidak pernah disebutkan dalam buku Nagarakertagama.
Nagarakertagama ditulis pada tahun 1365 menggambarkan pengadilan yang canggih dengan cita rasa halus dalam seni dan sastra dan sistem yang kompleks dengan ritual keagamaan. Penyair menggambarkan Majapahit sebagai pusat teater utama yang membentang dari Papua New Guinea sampai ke Thailand Selatan.
Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajahmada, Majapahit melakukan serangan laut terhadap pemberontakandi Palembang yang menjadikan akhir dari kerajaan Sriwijaya.
Runtuhnya Majapahit
Setelah kematian Prabu Hayam Wuruk pada tahun 1389, kekuatan Majapahit memasuki masa penurunan dengan munculnya berbagai konflik. Hayam Wuruk digantikan oleh Putri Mahkota, Kusumawardhani dan menikah dengan saudaranya sendiri, Pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga mempunyai putra dari pernikahan sebelumnya, Pangeran Wirabhumi yang merupakan putra mahkota dan juga mengklaim hak atas tahta.
Dan di sinilah awal terjadinya perang saudara yang dikenal dengan perang Paregreg, yang terjadi pada tahun 1405-1406. Perang saudara ini dimenangkan oleh Pangeran Wikramawardhana dengan dipenggalnya kepala Pangeran Wirabhumi . Perang saudara ini berdampak pada melemahnya dukungan luar negeri dan seluruh negara bawahan Majapahit.

Selama masa pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi dari armada angkata laut dinasti Ming yang dipimpin oleh Laksamana Zheng yang dikenal sebagai Laksamana Cheng Ho, seorang panglima perang pasukan Muslim dari China tiba di tanah Jawa dalam beberapa kali selama periode 1405 sampai 1433. Dalam expedisi tahun 1430, Zheng membentuk komunitas Muslim Arab dan China di pelabuhan utara Jawa seperti Semarang, Demak, Tuban dan Ampel, sehingga Islam mulai mendapat pijakan di pantau utara pulau Jawa.
Pemerintahan Wikramawardhana berakhir pada 1426M dan digantikan oleh putrinya Suhita, yang memerintah pada periode 1426-1447. Ia adalah putri ke dua Wikramawardhana dengan selir. Pada tahun 1447 Suhita meninggal dan digantikan oleh Kertawijaya, saudaranya dan memerintah sampai 1451. Kertawijaya meninggal, pangeran Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana yang memerintah kerajaan Kahuripan dan kemudian meninggal pada tahun 1453. Kemudian Girisawardhana, putra Kertarajasa yang berkuasa sampai tahun 1456 dan meninggal pada 1466 M dan digantikan oleh Singhawikramawardhana.



Singhawikramawardhana memindahkan Daha [ibukota kerajaan Kediri] lebih jauh ke pedalaman dan melanjutkan pemerintahannya sampai ia digantikan oleh anaknya Ranawijaya pada tahun 1474. Pada tahun 1478 ia mengalahkan Kerthabumi dan bersatu kembali sebagai kerajaan Majapahit. Ranawijaya memerintah dari 1474-1519 dengan gelar Girindrawardhana. Namun demikian, kekuasaan Majapahit telah menurun akibat konflik keluarga.
Periode akhir Majapahit dari tahun 1478 – 1527 dengan jatuhnya ibukota Daha, kerajaan Kediri yang hancur oleh kerajaan Demak pada tahun 1527, pasukan Muslim yang muncul akhirnya mengalahkan sisa-sisa kerajaan Majapahit di abad ke-16 awal. Demak dibawah pimpinan Raden Patah telah diakui sah sebagai penerus Majapahit. Menurut buku babad Tanah Jawi dan Tradisi Demak, sumber legitimasi karena Raden Patah adalah Putra kerajaan Majapahit dari Prabu Brawijaya V dengan selir China.
Demak menempatkan dirinya sebagai kekuatan regional dan kekuatan Islam pertama di Jawa. Setelah jatuhnya Majapahit, kerajaan Hindu di Jawa tinggal Blambangan di tepi Timur dan kerajaan Pajajaran di Barat. Pengikutnya mulai mundur ke Tengger dan juga ke Bali.
Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah berdiri di Asia Tenggara. Masyarakat Majapahit mengembangkan tinggat tinggi kecanggihan baik artistik dan komersial. Ibukotanya dihuni oleh penduduk kosmopolitan yang mengembangkan karya seni dan sastra. Penguasa Majapahit adalah kontinuitas dari dinasti Rajasa, keutuhan raja-raja Singhasari dimulai dari Sri  Ranggah Rajasa pendiri dinasti Rajasa di abad ke-13 akhir.


Raden Wijaya, bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana [1294-1309]
Kala Gemet, bergelar Prabu Jayanegara [1309-1328]
Tribuwana, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi [1328-1350]
Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanegara [1350-1389]
Wikramawardhana [1389-1429]
Suhita [1429-1447]
Kertawijaya, bergelar Brawijaya I [1447-1451]
Rajasawardhana, lahir pangeran Pamotan, bergelar Brawijaya II [1451-1453]
Transisi [1453-1456]
Pangeran Wengker, Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III [1456-1466]
Singhawikramawardhana, Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV [1466-1468 atau 1478]
Kertabhumi, bergelar Brawijaya V [1468-1478]
Girindhrawardhana, bergelar Brawijaya VI [1478-1498]


Sisa-sisa peninggalan kerajaan Majapahit:
Candi Penataran – Blitar
Candi Tegalwangi – Trowulan
Candi Tikus – Trowulan
Karya sastra zaman Majapahit awal :
Kitab Negarakertagama, oleh Mpu Prapanca
Kitab Sutasoma, oleh Mpu Tantular
Kitab Arjunawiwaha, oleh Mpu Tantular
Kitab Kunjarakarna
Kitab Parhayajna
Karya sastra zaman Majapahit akhir :
Hasil karya sastra Majapahit akhir ditulis dalam bahasa Jawa Tengah, yang biasanya ditulis dalam bentuk kidung atau prosa, antara lain :
Kitab Prapanca, bercerita tentang raja-raja Singhasari dan Majapahit.
Kitab Sunayana, bercerita tentang perang Bubat. Majapahit dan Pajajaran.
Kitab Sarandaka, bercerita tentang pemberontakan Sora.
Kitab Ranggalawe, bercerita tentang pemberontakan Ranggalawe.
Panjiwijayakrama, bercerita tentang Raden Wijaya sampai menjadi raja.
Kitab Usana Jawa, bercerita tentang penaklukan Bali oleh Gajahmada dan Aryadamar, pemindahan keraton Majapahit ke Gelgel, dan penumpasan raja raksasa bernama Maya Denawa.
Kitab Usana Bali, bercerita tentang kekacauan di Bali.
Serat Dharmagandhul
Sebuah kitab yang tidak jelas penulisnya, diperkirakan dari masa kasunanan Surakarta, meceritakan sisi kehacuran Majapahit dari segi kepercayaan. Dalam serat Dharmagandhul menyebutkan keruntuhan Majapahit adalah karena masuknya Agama Islam yang mengikis budaya Agama Budha, sehingga perlu banyak ibadah yang dilakukan, yang akhirya masyarakat Jawa lupa akan budaya Jawanya yaitu Monotheisme atau Ketuhanan yang Maha Esa.

Itulah sejarah panjang negara Superpower yang pernah berdiri di Asia Tenggara yang bernama Majapahit atau Nuswantoro dengan bendera nasional Gendero Gulo Klopo yang telah berdiri selama lebih dari 200 tahun dan akhirnya hancur karena perang saudara karena saling berebut kekuasaan. Sekarang yang tersisa hanya negara-negara kecil yang terpecah belah dan dikendalikan oleh negara-negara barat.

Baca Juga:
Sekilas Perang Paregreg (awal kehancuran Majapahit)


0 Komentar:

Poskan Komentar

[Reply to comment]