Senin, 06 Mei 2013

Hal Yang Memicu Konflik Rumah Tangga

Hal Yang Memicu Konflik Rumah Tangga

Perdebatan sengit antar pasangan suami istri bukanlah hal sepele yang bisa ditolerir. Setiap konflik butuh solusi untuk bisa mendamaikan hati masing-masing pasangan. Memendam perasaan & tidak adanya solusi untuk konflik yang terjadi dalam rumah tangga dapat memicu pertengkaran hebat yang bisa berujung pada perceraian. 
Berikut adalah tujuh hal yang dapat memicu konflik rumah tangga.

1. Berat sebelah
Ketika salah satu pasangan merasa beban dalam rumah tangga berat sebelah, ini akan memicu konflik yang menyulut pada egosentris masing-masing pasangan. Akibatnya, jika tidak ditangani dengan baik, ketimpangan itu lambat laun akan berujung pada perceraian. Sebaiknya, bagi tugas rumah tangga dengan lebih adil. Suami bisa membantu istri membersihkan rumah di hari libur. 

2. Kesehatan 
Masalah kesehatan bisa menjadi konflik dalam rumah tangga. Hal ini terutama dipicu oleh sikap pria yang kekanak-kanakan dalam menghadapi penyakitnya. Dibanding wanita, pria lebih sering menolak untuk diajak ke dokter ketika sakit. Meski terlihat sepele, masalah kecil ini juga bisa memperburuk hubungan suami istri jika tidak ditangani dengan baik.

3. Menjatuhkan wibawa pasangan di depan anak
Baik pria ataupun wanita, semua tidak boleh menjatuhkan wibawa pasangan di depan anak. Perilaku ini sungguh melukai hati pasangan. Apalagi jika salah satu pasangan melakukannya dengan sengaja. Hargailah posisi pasangan Anda di depan anak-anak sehingga, anak juga menghargai orang tua mereka. 

4. Terlalu hemat dan boros
Pasangan yang sudah menikah harus pintar dalam mengelola keuangan bersama. Jangan menghabiskan uang secara tidak terprogram sehingga mengakibatkan pertengkaran antara pasangan. Diskusikan dengan pasangan tentang anggaran bulanan rumah tangga Anda sehingga lebih terencana. 

5. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bekerja
Seimbangkan hidup Anda dengan memberi perhatian yang cukup untuk keluarga dan pasangan. Jangan hanya menghabiskan waktu Anda dengan menatap layar komputer dan akhirnya mengacuhkan keluarga. Adakalanya, di mana keluarga butuh kehadiran Anda. 

6. Membiarkan keluarga atau teman membuat pasangan tidak nyaman
Perlakuan tidak menyenangkan dari teman dan keluarga bisa membuat pasangan merasa tidak nyaman. Campur tangan orang tua atau teman Anda dalam hubungan rumah tangga juga dapat mengikis kepercayaan pasangan pada Anda. Betapa tidak, sebuah pernikahan dibangun oleh dua orang yang saling mencintai dan percaya. Namun, haruskah Anda menodai kepercayaan itu dengan membiarkan keluarga dan teman Anda mendikte Anda tentang rumah tangga Anda.

7. Selalu komplain
Mengeluh adalah hal yang lumrah karena tidak ada manusia yang luput dari itu. Namun, terus mengeluh tentang ketidak mampuan dan ketidak berhasilan Anda di hadapan pasangan, membuat pasangan lambat laun tidak menghargai Anda. Dan akhirnya, ia menilai Anda sebagai orang yang tidak tegas dan pengecut.




Sumber: detik.news

0 Komentar:

Posting Komentar

[Reply to comment]