Sabtu, 26 Oktober 2013

Para Pemilik Properti Termewah di Indonesia

Inilah Pemilik Properti Termewah di Indonesia

Daftar pengembang sekaligus pemilik properti berikut ini bukan sembarang. Bukan pula termasuk pemasok properti untuk memenuhi kebutuhan pasar atau biasa disebut supply driven.
Pengembang-pengembang ini merupakan pengembang elite yang hanya membangun demi kepuasan dan prestis. 
Ya, merekalah boutique developer yang khusus membangun properti ultramewah di Indonesia, seperti The Ritz-Carlton, Dharmawangsa Hotel, Keraton at The Plaza, Hotel Mulia, atau St Regis.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, pengembang kelas butik ini tak banyak jumlahnya di Indonesia. Mereka betul-betul memiliki posisi khusus dan sangat berpengaruh terhadap konstelasi properti kelas atas.
Rekam jejak mereka tak diragukan. Portofolio yang telah dibangun menjadi referensi utama tidak saja di Indonesia, melainkan juga di mancanegara. Mereka membangun reputasi dan kekaguman pasar akan kualitas, kemewahan, prestis, dan kebanggaan melalui properti seperti ini.

Nyaris seluruh properti yang dikembangkan oleh kelompok elite pengembang ini merupakan sumber pendapatan berulang atau recurring income. Oleh karena itu, mudah dimafhumi bila mereka memiliki kemampuan dan konstruksi finansial yang kuat dalam jangka panjang guna membiayai pembangunan properti sewa yang padat modal.
Kalaupun membangun properti untuk mendapatkan development income, bisa dipastikan harga jualnya di atas Rp 5 miliar per unit. Itu pun nantinya mereka kelola dengan menunjuk operator berjaringan internasional dengan level yang setara.
Berikut daftar boutique developer di Indonesia.


Grup MuliaLand
Imperium bisnis ini dimotori oleh Djoko Sugiarto Tjandra. Mereka telah membangun sejumlah properti mewah yang dikenal mengubah wajah kawasan di sekitarnya dan memengaruhi pasar properti Indonesia, khususnya Jakarta. Portofolio berbagai jenis yang mereka miliki adalah Hotel Mulia Senayan, The Mulia Bali yang terdiri atas vila, resor dan hotel, perkantoran elite Wisma GKBI, Wisma Mulia, Gedung BRI II, Menara Mulia Plaza 89, Plaza Kuningan, Atrium Mulia, Mulia Business Park dan Mal, serta apartemen Taman Anggrek.


Grup Dua Mutiara
Tan Kian sebagai konglomerat yang pernah didapuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia menakhodai kelompok usaha ini. Merekalah pemilik hotel bergengsi JW Marriott di Mega Kuningan, dua hotel The Ritz-Carlton Mega Kuningan dan Sudirman CBD, mal kelas atas Pacific Place, dan vila resor di Pulau Bintan.


Grup Plaza Indonesia Realty
Sebelum melantai di Bursa Efek Jakarta, PT Plaza Indonesia Realty Tbk dikenal dengan nama PT Bimantara Eka Santosa. Nama ini merujuk pada pemilik saham sekaligus pendirinya, yakni PT Bimantara Siti Wisesa, Eka Tjipta Widjaja, dan Ferry Teguh Santosa. Portofolio yang mereka miliki adalah pusat belanja termewah di Indonesia, yakni Plaza Indonesia, apartemen Keraton at The Plaza dengan harga jual nyaris Rp 80 juta per meter persegi, dan Grand Hyatt Hotel Jakarta.
Properti lainnya adalah perkantoran premium The Plaza dengan nilai sewa 45 dollar AS-50 dollar AS per meter persegi, Hotel Luxury Collection yang dikelola Starwood Hotels and Resorts, FX Plaza Senayan dan EX Plaza, Thamrin. Dua nama terakhir bahkan menjadi definisi baru pusat belanja bergenre gaya hidup (lifestyle mall).


Grup Rajawali
Mereka merupakan salah satu konglomerasi papan atas di Indonesia. Pengendalinya adalah Peter Sondakh. Dialah yang sukses membawa brand internasional di bawah payung Starwood Hotels and Resorts, yakni St Regis ke Bali.
St Regis di Pulau Dewata itu tercatat sebagai jaringan pertama di Indonesia, terdiri atas hotel dan vila yang dijual kepada publik seharga mulai dari 700.000 dollar AS (Rp 7,8 miliar) hingga 950.000 dollar AS (Rp 10,6 miliar). Sementara residennya ditawarkan seharga 1,27 juta dollar AS (Rp 14,2 miliar) sampai 2,3 juta dollar AS (Rp 25,8 miliar).
St Regis Jakarta meliputi 125 kamar tamu dan 26 suites. Selain hotel, terdapat juga ritel kelas butik dan restoran dengan desain arsitektural yang menawan. St Regis Hotel & Residence akan beroperasi pada Januari 2016.

Gurita portofolio lainnya adalah Sheraton Laguna Resort, The Ritz-Carlton Bali, Sheraton Bandung, dua hotel berbintang di Kuala Lumpur Malaysia dan Gold Coast, Australia. 



Properti kompas

0 Komentar:

Posting Komentar

[Reply to comment]