Minggu, 12 Oktober 2014

Seputar Tato & Bahayanya



 Seputar Tato & Bahayanya

Kata “tato” berasal dari kata Tahitian / Tatu, yang memilki arti : menandakan sesuatu.
Rajah atau tato (Bahasa Inggris: tattoo) adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, rajah adalah implantasi pigmen mikro. Rajah dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan. Rajah pada manusia adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara rajah pada hewan umumnya digunakan sebagai identifikasi.

Rajah merupakan praktik yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Rajah dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang. Rajah digunakan secara luas oleh orang-orang Polinesia, Filipina, Kalimantan, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Mesoamerika, Eropa, Jepang, Kamboja, serta Tiongkok. Walaupun pada beberapa kalangan rajah dianggap tabu, seni rajah tetap menjadi sesuatu yang populer di dunia.

Kapan seni merajah tubuh/ tato mulai ada?
Keberadaan merajah tubuh di dalam kebudayaan dunia sudah sangat lama ada dan dapat dijumpai di seluruh sudut dunia.
Menurut sejarah, ternyata rajah tubuh sudah dilakukan sejak 3000 tahun SM (sebelum Masehi). Tato ditemukan untuk pertama kalinya pada sebuah mumi yang terdapat di Mesir. Dan konon hal itu dianggap yang menjadikan tato kemudian menyebar ke suku-suku di dunia, termasuk salah satunya suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, lalu berkembang ke seluruh suku-suku dunia salah satunya suku Dayak di Kalimantan.
Tato dibuat sebagai suatu symbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri.


Teknik Pembuatan Tato
Ada berbagai cara dalam pembuatan tato. Ada yang menggunakan tulang binatang sebagai jarum seperti yang dapat dijumpai pada orang-orang Eskimo, Suku Dayak dengan duri pohon jeruk, dan ada pula yang menggunakan tembaga panas untuk mencetak gambar naga di kulit seperti yang dapat ditemui di Cina. Bukannya tidak sakit dalam proses membuat tato. Sebenarnya rasa sakit pasti dialami ketika membuat tato di tubuh, namun karena nilai yang tinggi dari tato, dan harga diri yang didapatkan, maka rasa sakit itu tidak dianggap masalah.
Ada berbagai jenis dan ragam bentuk tato, tergantung dengan apa yang dipercaya oleh suku-suku bersangkutan, dan di setiap daerah umumnya memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang tato, meski pada prinsipnya hampir sama.


Tato di Beberapa Daerah
Di Borneo (Kalimantan), penduduk asli wanita disana menganggap bahwa tato merupakan sebuah simbol yang menunjukkan keahlian khusus.
Di Cina, pada masa zaman Dinasti Ming (kurang lebih 350 tahun yang lalu), wanita dari Suku Drung membuat tato di wajah dan pantatnya untuk sebagai tanda bagi keturunan yang baik.
Di Indian, melukis tubuh/ body painting dan mengukir kulit, dilakukan untuk mempercantik (sebagai tujuan estetika) dan menunjukkan status sosial.


Tato Dalam Islam
Mahabenar Allah Swt dengan segala firman-Nya. Dan sebaik-baik perkataan manusia adalah sabda Rasulullah Saw.

Sejarah membuktikan bahwa para sahabat Rasul dan generasi setelahnya selalu langsung mengikuti dan mengamalkan perintah Allah Swt dan Rasul-Nya tanpa banyak tanya. Itulah bukti keimanan mendalam generasi terbaik umat ini.
Berbeda dengan mereka yang termasuk kedalam generasi akhir zaman saat ini, seakan membutuhkan banyak alasan untuk mengamalkan perintah-perintah tersebut. Padahal, ketergelincirnya kaum Bani Israil justru dimulai ketika mereka selalu banyak bertanya tentang larangan dan perintah Allah SWT.
Begitupun dengan semua larangan Rasulullah Saw terhadap sesuatu. Pasti ada hikmah di baliknya.
Sebelum 1400 tahun yang lalu, Nabi saw telah mengharamkan tato dan mengutuk pelakunya,”.
Hebatnya, Larangan ini datang ketika tak seorang pun saat itu yang mengetahui bahaya bertato.
Apakah larangan Rasulullah Saw ini hanya asal-asalan saja?
Sungguh, tak ada satu pun sabda beliau yang sia-sia dan tidak berdasar.
Yang menakjubkan, penelitian ilmiah terbaru menjelaskan secara pasti bahwa tato dapat menyebabkan kanker!
Inilah diantara yang menjelaskan bahwa Rasulullah Saw memiliki hikmah tersembunyi atas semua hal yang diperintahkan maupun dilarangnya.
Rasulullah Saw melarang tato karena di dalamnya terdapat bahaya.
Larangan keras membuat tato karena akan memberikan efek yang sangt berbahaya pada diri manusia, efek berbahaya ini bukan hanya dari segi kesehatan, tetapi mereka yang bertato akan mendapatkan balasan.
Allah telah mengutuk orang yang melakukannya. Demikian sebagaimana dijelaskan oleh para peneliti Al Quran
Terkait tato yang menjadi penyebab kanker, para cendekiawan muslim menjelaskan,
Secara ilmiah telah terbukti, tato dapat menyebabkan banyak penyakit. Penyakit apa sajakah yang ditimbulkan dari tato?
Tato ternyata menyebabkan kanker karena bahan kimia yang disuntikkan ke dalam tubuh saat membuat tato tersebut.


Selain menyebabkan kanker seperti yang dijelaskan diatas, tato juga sangat berbahaya dan sangat merugikan kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut;

Alergi
Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif atau alergi kulit, lebih baik jangan mentato kulit, efek tato dan bahaya  bagi Anda adalah karena kulit yang sensitif rentan untuk mendapatkan ruam karena tinta yang digunakan untuk membuat tato.


Infeksi
Hal buruk yang kedua yang akan Anda peroleh pada saat membuat tato adalah infeksi.
Infeksi dapat saja terjadi bila tempat pembuatan tato tidak memperhatikan kebersihannya.


Penyakit hepatitis
Selain infeksi, bahaya tato lainnya adalah Anda akan dihantui penyakit hepatitis.
Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang bisa Anda dapatkan ketika tato yang dibuat menggunakan jarum bekas.
Nah, selain penyakit hepatitis, Anda juga dapat tertular HIV AIDS.


Perawatan kulit setelah tato
Banyak dari mereka yang setelah membuat tato malas merawatnya. Bila Anda malas merawat tato setelah membuatnya, kulit Anda gampang mengembangkan berbagai macam infeksi, dan akan berpengaruh juga bagi kesehatan tubuh Anda. Oleh karena itu jangan bertato


Donor darah
Selain itu, jika Anda adalah yang suka mendonorkan darah, lebih baik pertimbangkan kembali untuk membuat tato di kulit, karena orang yang bertato tidak bisa mendonorkan darahnya.

Itulah beberapa sebab dan hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan sebelum membuat tato di tubuh.


dari berbagai sumber

0 Komentar:

Posting Komentar

[Reply to comment]